Trend Pastry 2025 Yang Wajib Dicoba
- Eric

- Jul 17
- 6 min read

Tahun 2025 menunjukkan bahwa minat terhadap pastry tidak surut, justru semakin meningkat. Permintaan yang stabil dari pencinta pastry hingga pelaku industri kuliner membuat kreasi-kreasi baru terus bermunculan dan berkembang. Tak hanya soal rasa yang lezat, kini pastry hadir dalam berbagai bentuk inovatif yang memadukan teknik modern, sentuhan budaya berbeda, hingga konsep hybrid yang tak biasa.
Tren pastry pun terus bergerak dinamis. Inovasinya mayoritas berfokus pada tiga hal utama: pengeksplorasian rasa baru, penggabungan dua jenis makanan (hybrid), dan kemunculan kreasi baru dari dasar pastry klasik. Hasilnya adalah sederet pastry kekinian yang bukan hanya enak dinikmati, tetapi juga menarik secara visual dan sering kali viral di media sosial.
Dalam artikel ini, kami merangkum 10 tren pastry yang diprediksi akan mencuri perhatian di tahun 2025. Mulai dari croissant berwajah baru hingga dessert berkonsep Timur Tengah modern, inilah daftar pastry kekinian yang patut dicoba tahun ini.
Croissant

Tak lengkap membicarakan tren pastry tanpa menyebut croissant, flaky pastry klasik asal Prancis yang telah menjadi ikon Prancis sepanjang masa. Di tengah arus inovasi dan tren yang datang silih berganti, croissant tetap bertahan sebagai primadona yang tak tergantikan. Lapisan-lapisannya yang renyah dan buttery menciptakan sensasi menggigit yang memanjakan lidah, menjadikannya favorit di berbagai penjuru dunia.
Croissant tidak hanya digemari karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena kemampuannya bertransformasi menjadi berbagai bentuk dan varian modern. Ia adalah kanvas utama dari banyak tren pastry kekinian: croffle, cromboloni, croissant cube, semuanya lahir dari dasar adonan croissant yang sama.
Kepopuleran croissant juga didukung oleh fleksibilitasnya. Ia bisa tampil elegan dengan isian almond atau ham & cheese, atau tampil berani dengan isian fusion seperti rendang, matcha, dan salted egg. Karena itulah, meskipun banyak kreasi baru bermunculan, croissant tetap menjadi pusat dari segala inovasi.
Di tahun 2025, croissant tak hanya bertahan, tetapi berkembang. Sebagai simbol keanggunan pastry Prancis dan fondasi dari banyak tren modern, croissant akan selalu relevan, baik di toko roti klasik maupun di media sosial yang haus akan visual dan rasa yang menggoda.
Cromboloni

Pertama kali viral pada 2023, cromboloni terbukti bukan sekadar tren musiman. Hingga 2025, pastry berbentuk bulat berisi krim ini masih terus menjadi primadona di berbagai bakery, baik lokal maupun internasional. Nama "cromboloni" sendiri merupakan gabungan dari croissant dan bomboloni, dua jenis bakery yang memiliki karakteristik berbeda namun berpadu harmonis dalam satu sajian.
Lapisan luar cromboloni tetap mengusung tekstur flaky dan buttery khas croissant, sedangkan bagian dalamnya diisi dengan krim melimpah ala bomboloni, mulai dari vanilla custard, pistachio, tiramisu, hingga varian kekinian seperti matcha dan red velvet. Toppingcair di atasnya menambah daya tarik visual sekaligus memperkaya rasa.
Daya tahan tren ini tak lepas dari dua faktor utama: tampilannya yang sangat Instagramable dan teksturnya yang memanjakan lidah. Meski sudah muncul sejak beberapa tahun lalu, inovasi pada rasa dan tampilan terus berkembang, membuat cromboloni tetap relevan dan digemari hingga sekarang.
Croffle

Croffle, singkatan dari croissant dan waffle, pertama kali populer di masa pandemi sekitar tahun 2021, saat masyarakat mencari camilan kreatif dan mudah dibuat di rumah. Meski awalnya booming sebagai tren rumahan, croffle berhasil mempertahankan eksistensinya hingga 2025 dan kini menjadi menu tetap di banyak bakery ternama.
Croffle dibuat dengan memanggang adonan croissant di atas cetakan waffle, menghasilkan tekstur yang unik: renyah dan caramelized di luar, namun tetap lembut berlapis di dalam. Daya tariknya tidak hanya terletak pada rasa dan tekstur, tapi juga pada fleksibilitasnya, croffle bisa dinikmati dalam versi manis maupun gurih.
Baca Juga: 5 Jenis Adonan Pastry dan Setiap Hasilnya
Varian manis biasanya disajikan dengan topping seperti gula bubuk, madu, krim, cokelat, atau es krim. Sementara varian gurih hadir dengan topping keju, smoked beef, telur, atau bahkan saus truffle. Inilah yang membuat croffle tetap digemari: tampilannya modern, bisa disesuaikan dengan selera, dan cocok untuk segala suasana, dari sarapan ringan hingga kudapan sore.
Walau bukan tren baru, croffle terus berevolusi dan mempertahankan tempatnya di dunia pastry modern. Keberadaannya di etalase berbagai bakery membuktikan bahwa croffle bukan sekadar tren musiman, melainkan inovasi yang telah menjadi bagian dari gaya hidup kuliner kekinian.
Crookie (Croissant Cookie)

Tren pastry hybrid masih terus mendominasi dunia kuliner manis, tapi crookie hadir dengan pendekatan berbeda yang membuatnya begitu menonjol. Jika biasanya tren pastry kekinian menggabungkan dua jenis pastry seperti croffle (croissant + waffle) atau cromboloni (croissant bomboloni), crookie justru memadukan dua dunia yang berbeda: croissant yang ringan dan flaky dengan cookie yang padat dan chewy.
Perpaduan ini menciptakan sensasi unik: bagian luar croissant tetap garing dan berlapis, sementara bagian tengah diisi adonan cookie yang lumer dan legit. Kontras tekstur yang mencolok ini menjadi daya tarik utama crookie, apalagi tampilannya yang "bold" sangat menggoda untuk difoto dan dibagikan di media sosial.
Popularitasnya masih terus bertahan hingga 2025. Kini, crookie sudah hadir di banyak bakery artisan dan juga jadi inspirasi modifikasi lainnya, seperti crookie matcha, red velvet, hingga yang diisi dengan selai lokal seperti pandan atau nanas. Crookie membuktikan bahwa perpaduan lintas kategori, bukan hanya sesama pastry, justru bisa menciptakan kejutan rasa yang segar dan pantas masuk dalam tren pastry 2025.
Croissant Onigiri (cronigiri)

Perpaduan tak biasa antara pastry Prancis dan makanan khas Jepang ini diprediksi akan menjadi sorotan di tahun 2025. Croissant Onigiri atau cronigiri menggabungkan bentuk segitiga khas onigiri dengan lapisan flaky khas croissant, menciptakan tampilan yang unik dan menarik.
Isian di dalamnya pun terinspirasi dari isian onigiri klasik, seperti tuna mayo, salmon panggang, hingga kombu (rumput laut). Tapi semuanya dibalut dalam adonan croissant yang lembut dan berlapis. Hasilnya adalah sensasi makan pastry dengan cita rasa gurih khas Jepang, cocok untuk camilan atau menu sarapan yang tak biasa.
Kombinasi ini bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan pengalaman rasa yang baru: flaky di luar, creamy atau savory di dalam. Konsep fusion seperti ini menjadi bukti bahwa dunia pastry terus berevolusi, menyatukan budaya melalui rasa dalam satu gigitan.
Pain Suisse Red Velvet

Klasik bertemu modern dalam inovasi pastry satu ini. Pain Suisse Red Velvet adalah versi kekinian dari pain suisse, pastry berbentuk persegi panjang dengan lapisan puff pastry lembut dan isian manis. Jika versi tradisionalnya diisi dengan custard dan chocolate chips, varian red velvet ini tampil beda dengan adonan berwarna merah menggoda dan rasa cokelat ringan khas red velvet.
Lapisan custard vanila tetap dipertahankan untuk memberikan kontras rasa yang creamy dan lembut, sementara tambahan serpihan dark chocolate atau cream cheese glaze di atasnya menjadikan pain suisse ini tampil mewah sekaligus menggoda.
Warna merahnya yang mencolok membuatnya sangat fotogenik, menjadikannya salah satu produk pastry yang diprediksi akan viral di media sosial. Cocok untuk konsumen muda yang mencari rasa baru sekaligus visual yang menarik.
Canele

Pastry klasik asal Bordeaux, Prancis, ini kembali naik daun di awal 2025 berkat popularitasnya yang melonjak di platform streaming seperti TikTok. Canele adalah salah satu pastry non-flaky yang kini menjadi pusat perhatian para pecinta kuliner dan konten kreator. Bentuknya kecil dan unik seperti silinder berlekuk, berwarna cokelat karamel di luar, namun lembut dan custardy di dalam.
Baca Juga: Cara Penyimpanan & Penyajian Canele
Yang membuat canelé begitu menarik adalah kontras teksturnya, bagian luar memiliki lapisan karamel yang garing dan hampir chewy, sementara bagian dalamnya lembut, moist, dan harum berkat campuran rum dan vanilla. Kombinasi rasa dan tekstur ini menghasilkan pengalaman makan yang kaya dan tak biasa.
Ukurannya yang compact membuatnya cocok dijadikan kudapan elegan, hampers, atau sekadar camilan sore dengan secangkir kopi. Di tengah tren pastry yang sering kali berukuran besar dan heboh, canelé justru mencuri perhatian karena kesederhanaan dan cita rasanya yang autentik.
Kembalinya canelé ke panggung utama tren kuliner membuktikan bahwa pastry klasik pun bisa viral, asal punya karakter kuat dan cerita di baliknya.
Baklava

Kudapan klasik asal Timur Tengah ini kembali naik daun di tahun 2025 berkat sentuhan modern dalam tampilan dan rasa. Teksturnya yang berlapis-lapis, renyah, dan dilapisi sirup manis menjadikannya salah satu pastry yang tak mudah dilupakan. Kini, banyak bakery mulai menghadirkan baklava dalam bentuk mini, croissant-baklava hybrid, atau bahkan dengan isian rasa kekinian seperti matcha dan cokelat.
Baklava bukan hanya menawarkan kenikmatan rasa kacang dan madu, tapi juga memberikan pengalaman makan pastry yang autentik dan kaya sejarah, membuatnya relevan dan tetap menarik di tengah tren pastry modern.
Coklat Dubai (Versi Modern Knafeh)

Meski dikenal sebagai cokelat viral, Coklat Dubai sebenarnya punya akar kuat di dunia pastry. Isian utama berupa pistachio dan knafeh, pastry khas Timur Tengah yang renyah dan berserat, membuat cokelat ini masuk kategori hybrid dessert dengan unsur pastry yang kental.
Viral sejak 2024 dan terus digemari hingga 2025, Coklat Dubai mencuri perhatian lewat tampilannya yang menggiurkan: lelehan cokelat premium membalut isi knafeh yang crispy dengan sentuhan krim pistachio yang lembut dan kaya rasa. Perpaduan tekstur crunchy-lumer ini menjadikannya camilan yang tak hanya unik, tapi juga memorable.
Inovasi yang menggabungkan budaya Timur Tengah dengan gaya sajian modern ini menjadikan Coklat Dubai sebagai tren pastry yang tak bisa diabaikan di 2025.
Mille-feuille

Meski belum sempat viral, Mille-feuille mulai menarik perhatian pecinta pastry berkat tampilannya yang unik dan sentuhan rasa manis yang elegan dari madu. Menggunakan puff pastry sebagai dasar, pastry ini menawarkan tekstur berlapis yang renyah di luar namun lembut di dalam, ciri khas puff yang selalu berhasil memikat.
Di tahun 2025, banyak bakery mulai menghadirkan kreasi pastry dengan pendekatan visual yang artistik dan rasa yang tidak berlebihan. Mille-feuille masuk dalam kategori ini: tampil menarik, punya cita rasa halus, dan memberikan pengalaman menikmati pastry yang lebih refined. Ini jadi pilihan tepat untuk tren pastry 2025 yang tidak selalu harus heboh, tapi tetap punya nilai estetika dan rasa yang kekinian.



Comments