Perbedaan Waffle dan Croffle: Mana yang Lebih Enak dan Worth Dicoba?
- Eric

- 4 hours ago
- 6 min read

Waffle dan croffle sering kelihatan “sama aja” di permukaan. Bentuknya kotak-kotak, dimasak di cetakan yang sama, bahkan sering disajikan dengan topping yang mirip. Sekilas, tidak heran kalau banyak orang nganggep dua menu ini cuma beda nama.
Tapi begitu digigit, baru kerasa bedanya.
Ada yang teksturnya lembut dan ringan, ada juga yang lebih crispy di luar tapi berlapis dan buttery di dalam. Sensasinya beda, rasanya juga nggak sama, meskipun tampilannya hampir serupa.
Jadi, sebenarnya perbedaan waffle dan croffle itu ada di mana sih? Mari kita bahas satu per satu.
Apa Itu Waffle?
Waffle adalah makanan berbasis adonan cair (batter) yang mirip dengan pancake, biasanya terbuat dari campuran tepung, telur, susu, dan sedikit gula. Adonan ini kemudian dimasak menggunakan cetakan khusus (waffle iron) hingga membentuk pola kotak-kotak yang khas.
Dari segi tekstur, waffle punya karakter yang cukup ringan:
Bagian luar cenderung agak crispy
Bagian dalamnya lembut dan sedikit “cake-like”
Rasanya pun relatif netral, sedikit manis, tapi tidak terlalu kuat, makanya waffle sering dipadukan dengan berbagai topping, mulai dari yang manis seperti sirup dan buah, sampai yang savory seperti telur atau daging.
Kalau dibayangin secara sederhana, waffle itu seperti pancake, tapi dengan tekstur yang lebih berstruktur dan sedikit lebih renyah di luar.
Apa Itu Croffle?
Croffle adalah kombinasi antara croissant dan waffle. Sesuai namanya, menu ini dibuat dari dough croissant yang dimasak menggunakan waffle iron, sehingga menghasilkan bentuk khas seperti waffle tetapi dengan karakter adonan ala croissant.
Berbeda dengan waffle yang memakai batter cair, croffle dibuat dari laminated dough, adonan berlapis dengan butter yang dilipat berkali-kali seperti pada croissant. Karena itu, ketika banyak orang bertanya “croffle terbuat dari apa?”, jawabannya bukan sekadar tepung dan susu biasa, tetapi adonan croissant dengan kandungan butter yang cukup dominan.
Dari segi tekstur, croffle punya karakter yang lebih kompleks:
Bagian luar cenderung crispy dan flaky
Bagian dalamnya berlapis (layered), lembut, dan buttery
Rasanya juga biasanya lebih rich dibanding waffle karena penggunaan butter pada adonannya cukup terasa.
Kalau dibayangin secara simpel, croffle itu seperti croissant yang “dipipihkan” dan dipanggang menggunakan cetakan waffle iron.
Perbedaan Waffle dan Croffle

Meski sama-sama dimasak menggunakan cetakan waffle iron dan punya tampilan kotak-kotak yang mirip, waffle dan croffle sebenarnya memiliki banyak perbedaan. Mulai dari bahan dasar, tekstur, rasa, hingga proses pembuatannya, keduanya menawarkan pengalaman makan yang cukup berbeda.
1. Bahan Dasar
Perbedaan waffle dan croffle yang paling utama ada pada adonannya.
Waffle dibuat dari batter atau adonan cair yang umumnya terdiri dari tepung, telur, susu, mentega, dan bahan pengembang seperti baking powder.
Baca Juga: Cooking Atau Baking Pahami Perbaedaannya
Karakternya mirip seperti adonan pancake, hanya saja biasanya sedikit lebih kental.
Sementara itu, croffle menggunakan laminated dough seperti croissant. Adonan ini dibuat dengan teknik pelapisan butter berulang kali untuk menghasilkan tekstur berlayer khas pastry yang sering ditemukan pada produk patisserie.
2. Tekstur
Dari segi tekstur, keduanya juga cukup berbeda saat dimakan.
Waffle biasanya punya bagian luar yang sedikit crispy, tetapi bagian dalamnya tetap lembut dan agak padat seperti cake atau pancake.
Sebaliknya, croffle memiliki tekstur yang lebih flaky dan berlapis. Bagian luarnya cenderung lebih renyah, sementara bagian dalamnya terasa airy dengan lapisan-lapisan tipis khas croissant.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Flake Pastry
Perbedaan tekstur ini jadi salah satu alasan kenapa banyak orang langsung bisa membedakan waffle vs croffle hanya dari sekali gigitan.
3. Rasa
Karena bahan dasarnya berbeda, profil rasa keduanya juga tidak sama.
Waffle cenderung punya rasa yang ringan dan netral. Itulah kenapa waffle sering dipadukan dengan berbagai topping manis maupun savory tanpa terasa terlalu berat.
Di sisi lain, croffle memiliki rasa yang lebih rich karena penggunaan butter pada dough-nya cukup dominan. Bahkan tanpa topping pun, croffle biasanya sudah punya aroma dan rasa yang cukup kuat.
4. Proses Pembuatan
Jika dibandingkan dari proses pembuatannya, waffle jauh lebih simpel.
Adonan waffle tinggal dicampur lalu langsung dimasak di waffle iron. Prosesnya cepat dan relatif mudah dilakukan, bahkan untuk pemula.
Baca Juga: 5 Jenis Adonan Pastry Dan Hasilnya
Sementara itu, croffle membutuhkan proses yang lebih panjang karena menggunakan teknik laminasi dan fermentasi seperti croissant. Dough harus dilipat beberapa kali bersama butter untuk menciptakan lapisan khasnya.
Karena itu, membuat croffle biasanya memerlukan lebih banyak waktu dan ketelitian dibanding waffle.
5. Tampilan
Sekilas, waffle dan croffle memang terlihat mirip karena sama-sama memiliki pola kotak dari waffle iron.
Namun saat dilihat lebih dekat, croffle biasanya tampak lebih berlapis dan tidak serapi waffle biasa. Permukaannya juga cenderung lebih flaky dengan tekstur pastry yang terlihat jelas.
Sedangkan waffle punya bentuk yang lebih rapi, konsisten, dan cenderung “puffy” seperti kue.
6. Alat Masak yang Digunakan
Dari sisi alat masak, waffle umumnya lebih fleksibel dan mudah dibuat di rumah maupun untuk kebutuhan bisnis kecil.
Untuk membuat waffle, anda hanya perlu waffle iron dan batter sederhana. Bahkan saat ini sudah banyak tersedia waffle maker mini maupun versi rumahan dengan harga yang cukup terjangkau.
Sementara itu, croffle memang tetap dimasak menggunakan waffle iron, tetapi proses persiapan dough-nya lebih kompleks. Jika membuat dough sendiri, biasanya dibutuhkan alat tambahan seperti mixer dough hingga pendingin untuk menjaga lapisan butter tetap stabil.
Karena itu, dari sisi operasional, waffle sering dianggap lebih praktis untuk produksi cepat dan volume tinggi. Sedangkan croffle lebih unggul dari sisi premium feel dan value menu.
Jadi, meskipun bentuknya mirip, experience makan waffle dan croffle sebenarnya cukup berbeda.
Kenapa Croffle dan Waffle Sering Dianggap Sama?
Croffle dan waffle sering dianggap sama karena keduanya sama-sama dimasak menggunakan waffle iron dan punya bentuk kotak-kotak yang mirip. Selain itu, topping yang digunakan juga sering serupa, mulai dari es krim, buah, hingga saus cokelat.
Di cafe atau media sosial, keduanya juga sering tampil dengan plating yang hampir sama, sehingga banyak orang mengira perbedaannya cuma ada di nama atau tren saja.
Padahal, perbedaan utamanya ada pada adonan yang digunakan.
Waffle dibuat dari batter seperti pancake, sedangkan croffle menggunakan dough croissant berlapis butter (laminated dough). Karena itu, tekstur dan rasa keduanya sebenarnya cukup berbeda meskipun tampilannya sekilas mirip.
Mana yang Lebih Enak: Waffle atau Croffle?
Jawabannya sebenarnya kembali ke selera dan pengalaman makan yang dicari.
Kalau Anda lebih suka dessert yang ringan, lembut, dan nyaman dimakan kapan saja, waffle biasanya jadi pilihan yang lebih aman. Rasanya cenderung netral, mudah dipadukan dengan berbagai topping, dan punya karakter yang familiar seperti pancake atau cake hangat. Karena itu, waffle sering dianggap sebagai comfort food yang simpel tapi tetap satisfying.
Sebaliknya, kalau Anda lebih suka tekstur crispy, buttery, dan sedikit lebih mewah, croffle biasanya terasa lebih menarik. Lapisan khas croissant membuat croffle punya sensasi makan yang lebih kompleks, terutama saat bagian luarnya renyah tetapi dalamnya tetap lembut dan berlayer.
Dari sisi penyajian, waffle cocok untuk dessert yang playful dan fleksibel, sedangkan croffle sering memberikan kesan yang lebih premium dan modern. Tidak heran kalau croffle cukup populer di cafe atau coffee shop sebagai menu yang lebih visually appealing.
Jadi, tidak ada jawaban mutlak mana yang lebih enak. Waffle unggul untuk rasa yang ringan dan praktis, sedangkan croffle menawarkan tekstur serta rasa buttery yang lebih rich dan premium.
Mana yang Lebih Cocok untuk Homemade?
Kalau untuk dibuat sendiri di rumah, waffle biasanya lebih beginner-friendly. Adonannya cukup simpel, bahan-bahannya mudah ditemukan, dan proses pembuatannya relatif cepat. Selama punya waffle iron, anda sudah bisa mulai membuat waffle homemade dengan cukup praktis.
Sementara itu, croffle memang sedikit lebih kompleks jika membuat dough dari nol karena melibatkan proses laminasi seperti croissant. Namun sekarang banyak orang membuat croffle menggunakan frozen croissant atau dough siap pakai, sehingga prosesnya jadi jauh lebih mudah dan cepat.
Dari sisi alat, keduanya sama-sama membutuhkan waffle iron. Bedanya, waffle lebih unggul untuk kemudahan dan efisiensi, sedangkan croffle biasanya dipilih untuk hasil yang terasa lebih premium dengan effort tambahan yang sedikit lebih besar.
Dari Segi Bisnis F&B, Lebih Bagus Pilih Waffle atau Croffle?
Untuk bisnis F&B, pilihan antara waffle dan croffle biasanya tergantung pada konsep menu, target market, dan operasional dapur yang dijalankan.
Waffle cenderung lebih praktis untuk bisnis yang membutuhkan produksi cepat dan konsisten. Adonannya relatif simpel, proses masaknya lebih mudah, dan cocok untuk volume penjualan tinggi seperti cafe ramai, hotel breakfast, atau dessert corner. Dari sisi operasional, waffle juga lebih fleksibel karena mudah dikombinasikan dengan banyak topping dan varian menu.
Sementara itu, croffle sering dipilih untuk memberikan kesan yang lebih premium dan modern. Tampilan serta teksturnya yang khas membuat croffle cukup menarik untuk dijadikan signature menu atau menu upselling di café dan coffee shop. Selain itu, croffle juga sempat viral dan masih punya daya tarik visual yang kuat di media sosial, sehingga cukup efektif untuk menarik perhatian pelanggan, terutama generasi muda yang suka mencoba menu kekinian.
Namun karena menggunakan dough berlapis seperti croissant, proses persiapannya biasanya lebih kompleks dibanding waffle.
Karena itu, banyak bisnis memilih waffle untuk efisiensi operasional, sedangkan croffle dipakai untuk meningkatkan value dan daya tarik menu. Bahkan tidak sedikit juga yang akhirnya menghadirkan keduanya sekaligus untuk menjangkau preferensi pelanggan yang berbeda.




Comments